4

Transformasi Angkot adalah Jalan Keluar

5 Poin Transformasi sehingga Angkot menjadi layanan transum yang andal dan terjangkau

5 Poin Transformasi sehingga Angkot menjadi layanan transum yang andal dan terjangkau

5 Poin Transformasi sehingga Angkot menjadi layanan transum yang andal dan terjangkau

Transformasi 1

Bebaskan Supir Angkot dari Tekanan Sistem Setoran

Masalah nomor 1 penyebab Wargi mengeluhkan layanan angkot adalah: NGETEM

Ngetem ialah gejala/efek dari bergantungnya pendapatan supir dengan jumlah penumpang yang bisa ia angkut. Dari sudut pandang supir, berangkat ketika angkot sepi atau belum terisi hanya akan menghasilkan rugi.

Syarat mutlak perbaikan layanan angkot adalah memutus hubungan kedua hal tersebut.

Syarat mutlak perbaikan layanan angkot adalah memutus hubungan kedua hal tersebut.

Syarat mutlak perbaikan layanan angkot adalah memutus hubungan kedua hal tersebut.

Sumber: Ngetem nomor 1 - “Transportasi Umum Bandung yang Adil & Berkelanjutan”, Labtek Indie & RUJAK Center for Urban Studies (2026)

Dengan skema Buy-the-Service, supir angkot tidak pusing mengejar setoran karena ia mendapatkan gaji yang pasti. Setoran bagi pemilik angkot dibayarkan oleh Koperasi sebagai operator, bukan lagi dari supir.

Apa itu buy-the-Service,?

Pemerintah membeli layanan angkutan dari operator transportasi berdasarkan satuan kilometer-layanan. Risiko ketidakpastian pendapatan menjadi tanggung jawab pemerintah, sehingga operator bisa fokus pada efisiensi pelayanan.

Sumber: Ngetem nomor 1 - “Transportasi Umum Bandung yang Adil & Berkelanjutan”, Labtek Indie & RUJAK Center for Urban Studies (2026)

Sumber: Ngetem nomor 1 - “Transportasi Umum Bandung yang Adil & Berkelanjutan”, Labtek Indie & RUJAK Center for Urban Studies (2026)

Transformasi 2

Standarisasi Layanan Angkot (SPM)

Karena pendapatan supir, pemilik Angkot, dan operator telah dijamin oleh pemerintah, sebagai timbal baliknya pemerintah berhak menegakkan Standar Pelayanan Minimum (SPM).

Apa itu SPM?

SPM adalah mekanisme kontrol untuk memastikan operator memberikan layanan terbaik. Ketika SPM dilanggar, terdapat konsekuensi negatif berupa denda bagi operator. Di sisi lain, ketika SPM dipenuhi dengan baik secara konsisten maka diberikan insentif tambahan.

Berikut beberapa contoh SPM yang penting untuk diutamakan, karena berkaitan erat dengan alasan Wargi tidak memilih angkot sebagai moda transportasi utama.

Keluhan saat ini

Supir merokok dan membiarkan penumpang merokok

Supir tidak merokok dan mau menegur penumpang yang merokok

Tarif fluktuatif

Tarif pasti dan terjangkau

Waktu tunggu lama, karena jarak antar angkot (headway) panjang

Headway pendek dan konsisten (di bawah 10 menit)

Jam layanan terbatas, tidak sampai malam

Jadwal operasional panjang dan pasti, dari subuh hingga malam

Supir ngebut atau ugal-ugalan

Kecepatan maksimal 50km/jam dan tertib berkendara

Kondisi armada tidak laik dan tidak nyaman

Kendaraan dirawat dengan baik sehingga laik dan nyaman

Penumpang merasa tidak aman, terutama kelompok rentan

CCTV di dalam armada. Tanda pengenal dan seragam supir

Penumpang diminta turun karena supir putar balik

Rute dilewati secara penuh, sampai ujung trayek

Penumpang naik-turun di sembarang titik

Naik-turun penumpang hanya di titik yang telah ditentukan

Standar Pelayanan

Diolah dari:

  • Pergub Jabar no 27 Tahun 2024 tentang Standar Pelayanan Minimal Layanan Angkutan Massal Metropolitan Berbasis Jalan

  • Human Transit: Revised Edition - Jarret Walker

  • Panduan Reformasi Angkutan Umum di Indonesia: Draft Januari 2019 - ITDP

  • Riset Transportasi Umum Bandung yang Adil & Berkelanjutan - RUJAK & Labtek Indie

Jika angkot bisa memberikan pelayanan prima seperti yang digambarkan pada kolom sebelah kanan, apalagi alasan Wargi untuk tidak memilihnya?

Transformasi 3

Integrasikan dengan BRT sebagai Momentum Perubahan

BRT Bandung Raya adalah momen langka untuk membenahi sistem transum sekaligus menata ulang peran angkot di dalamnya. BRT optimal untuk jalan besar dan kepadatan penumpang tinggi, namun kesulitan menjangkau jalan kecil, permukiman, dan titik aktivitas harian wargi. Di sinilah angkot tetap dibutuhkan dan punya peran penting sebagai penyambung - feeder.

21,7 km dedicated BRT corridor di tengah kota, 18 rute BRT dan 27 rute feeder, 38 halte on-corridor, 742 halte off-corridor dan terminal akhir, 579 armada bus, dan dua depo di Cicaheum dan Leuwipanjang*.

Catatan: * Info lengkap tersedia di kawalbrt.transportforbandung.org

WHAT

Pembangunan sistem Bus Rapid Transit sebagai tulang punggung angkutan massal berbasis jalan

WHERE

Wilayah Bandung Raya dengan koridor utama di pusat Kota Bandung

WHO

Kementerian Perhubungan, Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, Pemkab Bandung Barat, Pemkab Bandung, Pemkab Sumedang, dan dana World Bank

WHEN

Direncanakan untuk selesai pada 30 Juni 2027. Saat ini sedang fase konstruksi halte dan depo

WHY

Karena Bandung macet parah, kurangnya penggunaan transum, dan ketergantungan pada kendaraan pribadi

HOW

Pembangunan koridor BRT, halte, terminal, depo, layanan off-corridor, serta penguatan kelembagaan & operasional transportasi

Apa jadinya BRT tanpa Angkot?

58.5%

wilayah Kota Bandung berada di luar area efektif halte BRT (>400 meter¹)

Ketika halte BRT masih terlalu jauh untuk dicapai dengan berjalan kaki, ditambah dengan realita trotoar Bandung yang mayoritas masih buruk, maka minat Wargi untuk menggunakan BRT akan rendah².

Integrasi layanan angkot dapat memperluas area efektif dan mengurangi rata-rata jarak yang perlu ditempuh untuk mengakses layanan transum. Dampaknya, jumlah pengguna sistem transum Bandung akan meningkat.

Sumber:

Cakupan BRT - Analisis penulis terhadap data halte BRT dari Transport for Bandung (2026)

Jarak 400m - “Human Transit: Revised Edition”, Jarret Walker (2024) Hubungan transum dan jalan kaki - “INTEGRATING WALKING + PUBLIC TRANSPORT”, Walk21 (2025)

Studi kasus BRT - “Paratransit: A Key Element in a Dual System” - Salazar Ferro (2015)

Data penumpang TJ - Laporan tahunan Transjakarta

Kisah kegagalan BRT di negara lain

Santiago

Chile

Operator existing berhenti beroperasi karena dipaksa berubah secara terburu-buru. Warga di pinggiran kota kehilangan akses layanan transportasi yang sebelumnya dekat dengan mereka.

Quito

Equador

Dibutuhkan 10 tahun dan 3 fase BRT untuk menemukan skema kerjasama yang tepat dengan operator existing. Artinya, dalam jangka waktu tersebut banyak potensi penumpang yang tidak terealisasi.

Bangkok

Thailand

Jumlah penumpang BRT tidak optimal karena akses dari/ke halte harus menggunakan ojek atau angkot setempat yang tarifnya terpisah. Biaya total perjalanan menjadi tinggi dan menurunkan minat penumpang BRT

Jakarta: Efek mikrotrans terhadap BRT

Sejak hadirnya Mikrotrans pada tahun 2018, terdapat kenaikan yang signifikan pada jumlah penumpang Transjakarta. Bahkan mulai tahun 2024, penumpang Mikrotrans lebih tinggi dari BRT.

Citizen Blueprint for Angkot Transformation

Transformasi 4

Transformasi 4

Transformasi 4

Tunjuk satu otoritas daerah untuk memimpin pengembangan dan penyediaan layanan transum

Tunjuk satu otoritas daerah untuk memimpin pengembangan dan penyediaan layanan transum

Tunjuk satu otoritas daerah untuk memimpin pengembangan dan penyediaan layanan transum

Governing body yang otoritasnya spesifik dan jelas (tidak tumpang tindih dengan pemerintah & badan lainnya) akan membuat transformasi lebih cepat & efektif dalam hal:

Governing body yang otoritasnya spesifik dan jelas (tidak tumpang tindih dengan pemerintah & badan lainnya) akan membuat transformasi lebih cepat & efektif dalam hal:

Governing body yang otoritasnya spesifik dan jelas (tidak tumpang tindih dengan pemerintah & badan lainnya) akan membuat transformasi lebih cepat & efektif dalam hal:

01.

01.

01.

Mengelola dan mengintegrasi sistem BRT dan Angkot

Otoritas memastikan angkot dan BRT terhubung mulus dalam satu jaringan, satu sistem tarif, satu sistem informasi.

Contoh Tanggung Jawab:

Interkonektivitas antar trayek

Informasi jadwal/tracker yang akurat, transparan, real-time, dan aksesibel

Tarif terintegrasi antar moda

Evaluasi & update rute dan halte agar tetap relevan

02.

02.

02.

Menjamin mutu dan akuntabilitas terhadap standar layanan

Otoritas menjadi pihak yang menetapkan standar layanan, mengaudit, memantau kelayakan armada, dan meminta pertanggung jawaban pada operator saat layanan buruk.

Contoh Tanggung Jawab:

Kebersihan dan kenyamanan mobil

Fasilitas untuk penumpang rentan

SOP untuk supir

Penetapan dan pemberlakuan sanksi bagi operator

03.

03.

03.

Memberi kepastian jangka panjang

Otoritas yang menunjuk dan mengelola kontrak dengan operator, mengelola subsidi dari pemerintah, dan merancang rencana pengembangan jangka panjang.

Benchmark: PT Transjakarta

PT Transjakarta (BUMD) adalah penyedia layanan yang mengelola Bus Transjakarta sekaligus angkot feeder MikroTrans. Mandatnya jelas dan membuat transum Jakarta bisa distandarisasi dan diintegrasikan.

Transformasi 5

Perencanaan yang partisipatif

Perencanaan yang partisipatif

Operator angkot Kota Bandung (Kopamas, Kobanter Baru, dan Kobutri) sebetulnya siap berubah dan sudah secara aktif menyuarakan keinginannya untuk berbenah kepada pemerintah.

Operator angkot Kota Bandung (Kopamas, Kobanter Baru, dan Kobutri) sebetulnya siap berubah dan sudah secara aktif menyuarakan keinginannya untuk berbenah kepada pemerintah.

Keterlibatan Koperasi pada Angkot Feeder MJT

Keterlibatan Koperasi pada Angkot Feeder MJT

Keterlibatan Koperasi pada Angkot Feeder MJT

Stigma bahwa Koperasi tidak mau berkembang telah terpatahkan dengan lancarnya operasional 44 angkot dalam 2 trayek Feeder.

Tidak mudah mengubah perilaku supir, pemilik, dan koperasi yang telah berjalan secara autopilot selama puluhan tahun. Namun, pihak koperasi sebagai operator telah menunjukkan keseriusannya untuk bertransformasi demi kepentingan wargi Bandung.

Inisiatif Koperasi terkait Angkot Listrik – Angklung

Inisiatif Koperasi terkait Angkot Listrik – Angklung

Inisiatif Koperasi terkait Angkot Listrik – Angklung

Ide peremajaan armada dengan angkot listrik diinisiasi oleh Koperasi karena biaya operasional angkot berbasis bensin kini terlalu mahal. Marlip (produsen mobil listrik) bekerja sama dengan Koperasi dalam merancang angkot listrik yang inovatif dan modern.

Hadirnya BRT mempengaruhi sumber nafkah puluhan ribu orang dalam ekosistem angkot. Tentu bisa dimaklumi ketika timbul rasa khawatir dan resistensi yang berpotensi mengurangi efektivitas BRT.

Hadirnya BRT mempengaruhi sumber nafkah puluhan ribu orang dalam ekosistem angkot. Tentu bisa dimaklumi ketika timbul rasa khawatir dan resistensi yang berpotensi mengurangi efektivitas BRT.

Operator angkot perlu dilibatkan secara intensif dari awal perencanaan. Dengan begitu, segala keputusan yang diambil adalah komitmen bersama semua pihak terkait. Inilah bentuk apresiasi terhadap kontribusi koperasi angkot yang telah puluhan tahun menjadi penyedia utama transum Kota Bandung.

Operator angkot perlu dilibatkan secara intensif dari awal perencanaan. Dengan begitu, segala keputusan yang diambil adalah komitmen bersama semua pihak terkait. Inilah bentuk apresiasi terhadap kontribusi koperasi angkot yang telah puluhan tahun menjadi penyedia utama transum Kota Bandung.

Angkot dan BRT harus menjadi kawan yang tak Terpisahkan

Jika BRT diibaratkan sebagai tulang punggung, maka Angkot adalah tulang-tulang kecil, sendi, sekaligus jaringan saraf yang membuat sistem transum Bandung benar-benar bisa menggapai seluruh warga

Pasal 7 ayat d Perwal Bandung 1175/2015 tentang Rencana Induk Transportasi Kota Bandung 2015-2031

...mengembangkan angkutan pengumpan (feeder) angkutan umum dengan menggunakan berbagai jenis sarana angkutan, seperti: angkutan kota ... agar tujuan perjalanan dapat tercapai dengan nyaman, cepat, murah, dan selamat.

3.
Angkot Adalah Korban Kegagalan Sistem

[2]

5.
Masa Depan Angkot dan Keseluruhan Transportasi Umum Bandung Bisa Kita Upayakan

5
Transformasi angkot adalah jalan keluar