4
Transformasi Angkot adalah Jalan Keluar

Transformasi 1
Bebaskan Supir Angkot dari Tekanan Sistem Setoran
Masalah nomor 1 penyebab Wargi mengeluhkan layanan angkot adalah: NGETEM
Ngetem ialah gejala/efek dari bergantungnya pendapatan supir dengan jumlah penumpang yang bisa ia angkut. Dari sudut pandang supir, berangkat ketika angkot sepi atau belum terisi hanya akan menghasilkan rugi.
Dengan skema Buy-the-Service, supir angkot tidak pusing mengejar setoran karena ia mendapatkan gaji yang pasti. Setoran bagi pemilik angkot dibayarkan oleh Koperasi sebagai operator, bukan lagi dari supir.

Apa itu buy-the-Service,?
Pemerintah membeli layanan angkutan dari operator transportasi berdasarkan satuan kilometer-layanan. Risiko ketidakpastian pendapatan menjadi tanggung jawab pemerintah, sehingga operator bisa fokus pada efisiensi pelayanan.

Transformasi 2
Standarisasi Layanan Angkot (SPM)
Karena pendapatan supir, pemilik Angkot, dan operator telah dijamin oleh pemerintah, sebagai timbal baliknya pemerintah berhak menegakkan Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Apa itu SPM?
SPM adalah mekanisme kontrol untuk memastikan operator memberikan layanan terbaik. Ketika SPM dilanggar, terdapat konsekuensi negatif berupa denda bagi operator. Di sisi lain, ketika SPM dipenuhi dengan baik secara konsisten maka diberikan insentif tambahan.

Berikut beberapa contoh SPM yang penting untuk diutamakan, karena berkaitan erat dengan alasan Wargi tidak memilih angkot sebagai moda transportasi utama.
Keluhan saat ini
Supir merokok dan membiarkan penumpang merokok
Supir tidak merokok dan mau menegur penumpang yang merokok
Tarif fluktuatif
Tarif pasti dan terjangkau
Waktu tunggu lama, karena jarak antar angkot (headway) panjang
Headway pendek dan konsisten (di bawah 10 menit)
Jam layanan terbatas, tidak sampai malam
Jadwal operasional panjang dan pasti, dari subuh hingga malam
Supir ngebut atau ugal-ugalan
Kecepatan maksimal 50km/jam dan tertib berkendara
Kondisi armada tidak laik dan tidak nyaman
Kendaraan dirawat dengan baik sehingga laik dan nyaman
Penumpang merasa tidak aman, terutama kelompok rentan
CCTV di dalam armada. Tanda pengenal dan seragam supir
Penumpang diminta turun karena supir putar balik
Rute dilewati secara penuh, sampai ujung trayek
Penumpang naik-turun di sembarang titik
Naik-turun penumpang hanya di titik yang telah ditentukan
Standar Pelayanan
Diolah dari:
Pergub Jabar no 27 Tahun 2024 tentang Standar Pelayanan Minimal Layanan Angkutan Massal Metropolitan Berbasis Jalan
Human Transit: Revised Edition - Jarret Walker
Panduan Reformasi Angkutan Umum di Indonesia: Draft Januari 2019 - ITDP
Riset Transportasi Umum Bandung yang Adil & Berkelanjutan - RUJAK & Labtek Indie
Jika angkot bisa memberikan pelayanan prima seperti yang digambarkan pada kolom sebelah kanan, apalagi alasan Wargi untuk tidak memilihnya?
Transformasi 3
Integrasikan dengan BRT sebagai Momentum Perubahan
BRT Bandung Raya adalah momen langka untuk membenahi sistem transum sekaligus menata ulang peran angkot di dalamnya. BRT optimal untuk jalan besar dan kepadatan penumpang tinggi, namun kesulitan menjangkau jalan kecil, permukiman, dan titik aktivitas harian wargi. Di sinilah angkot tetap dibutuhkan dan punya peran penting sebagai penyambung - feeder.

21,7 km dedicated BRT corridor di tengah kota, 18 rute BRT dan 27 rute feeder, 38 halte on-corridor, 742 halte off-corridor dan terminal akhir, 579 armada bus, dan dua depo di Cicaheum dan Leuwipanjang*.
Catatan: * Info lengkap tersedia di kawalbrt.transportforbandung.org
WHAT
Pembangunan sistem Bus Rapid Transit sebagai tulang punggung angkutan massal berbasis jalan
WHERE
Wilayah Bandung Raya dengan koridor utama di pusat Kota Bandung
WHO
Kementerian Perhubungan, Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, Pemkab Bandung Barat, Pemkab Bandung, Pemkab Sumedang, dan dana World Bank
WHEN
Direncanakan untuk selesai pada 30 Juni 2027. Saat ini sedang fase konstruksi halte dan depo
WHY
Karena Bandung macet parah, kurangnya penggunaan transum, dan ketergantungan pada kendaraan pribadi
HOW
Pembangunan koridor BRT, halte, terminal, depo, layanan off-corridor, serta penguatan kelembagaan & operasional transportasi
Apa jadinya BRT tanpa Angkot?

58.5%
wilayah Kota Bandung berada di luar area efektif halte BRT (>400 meter¹)
Ketika halte BRT masih terlalu jauh untuk dicapai dengan berjalan kaki, ditambah dengan realita trotoar Bandung yang mayoritas masih buruk, maka minat Wargi untuk menggunakan BRT akan rendah².
Integrasi layanan angkot dapat memperluas area efektif dan mengurangi rata-rata jarak yang perlu ditempuh untuk mengakses layanan transum. Dampaknya, jumlah pengguna sistem transum Bandung akan meningkat.
Sumber:
Cakupan BRT - Analisis penulis terhadap data halte BRT dari Transport for Bandung (2026)
Jarak 400m - “Human Transit: Revised Edition”, Jarret Walker (2024) Hubungan transum dan jalan kaki - “INTEGRATING WALKING + PUBLIC TRANSPORT”, Walk21 (2025)
Studi kasus BRT - “Paratransit: A Key Element in a Dual System” - Salazar Ferro (2015)
Data penumpang TJ - Laporan tahunan Transjakarta
Kisah kegagalan BRT di negara lain
Santiago
Chile
Operator existing berhenti beroperasi karena dipaksa berubah secara terburu-buru. Warga di pinggiran kota kehilangan akses layanan transportasi yang sebelumnya dekat dengan mereka.
Quito
Equador
Dibutuhkan 10 tahun dan 3 fase BRT untuk menemukan skema kerjasama yang tepat dengan operator existing. Artinya, dalam jangka waktu tersebut banyak potensi penumpang yang tidak terealisasi.
Bangkok
Thailand
Jumlah penumpang BRT tidak optimal karena akses dari/ke halte harus menggunakan ojek atau angkot setempat yang tarifnya terpisah. Biaya total perjalanan menjadi tinggi dan menurunkan minat penumpang BRT
Jakarta: Efek mikrotrans terhadap BRT

Sejak hadirnya Mikrotrans pada tahun 2018, terdapat kenaikan yang signifikan pada jumlah penumpang Transjakarta. Bahkan mulai tahun 2024, penumpang Mikrotrans lebih tinggi dari BRT.
Citizen Blueprint for Angkot Transformation
Mengelola dan mengintegrasi sistem BRT dan Angkot
Otoritas memastikan angkot dan BRT terhubung mulus dalam satu jaringan, satu sistem tarif, satu sistem informasi.
Contoh Tanggung Jawab:
Interkonektivitas antar trayek
Informasi jadwal/tracker yang akurat, transparan, real-time, dan aksesibel
Tarif terintegrasi antar moda
Evaluasi & update rute dan halte agar tetap relevan
Menjamin mutu dan akuntabilitas terhadap standar layanan
Otoritas menjadi pihak yang menetapkan standar layanan, mengaudit, memantau kelayakan armada, dan meminta pertanggung jawaban pada operator saat layanan buruk.
Contoh Tanggung Jawab:
Kebersihan dan kenyamanan mobil
Fasilitas untuk penumpang rentan
SOP untuk supir
Penetapan dan pemberlakuan sanksi bagi operator
Memberi kepastian jangka panjang
Otoritas yang menunjuk dan mengelola kontrak dengan operator, mengelola subsidi dari pemerintah, dan merancang rencana pengembangan jangka panjang.
Benchmark: PT Transjakarta
PT Transjakarta (BUMD) adalah penyedia layanan yang mengelola Bus Transjakarta sekaligus angkot feeder MikroTrans. Mandatnya jelas dan membuat transum Jakarta bisa distandarisasi dan diintegrasikan.

Transformasi 5


Stigma bahwa Koperasi tidak mau berkembang telah terpatahkan dengan lancarnya operasional 44 angkot dalam 2 trayek Feeder.
Tidak mudah mengubah perilaku supir, pemilik, dan koperasi yang telah berjalan secara autopilot selama puluhan tahun. Namun, pihak koperasi sebagai operator telah menunjukkan keseriusannya untuk bertransformasi demi kepentingan wargi Bandung.


Ide peremajaan armada dengan angkot listrik diinisiasi oleh Koperasi karena biaya operasional angkot berbasis bensin kini terlalu mahal. Marlip (produsen mobil listrik) bekerja sama dengan Koperasi dalam merancang angkot listrik yang inovatif dan modern.


Angkot dan BRT harus menjadi kawan yang tak Terpisahkan
Jika BRT diibaratkan sebagai tulang punggung, maka Angkot adalah tulang-tulang kecil, sendi, sekaligus jaringan saraf yang membuat sistem transum Bandung benar-benar bisa menggapai seluruh warga
Pasal 7 ayat d Perwal Bandung 1175/2015 tentang Rencana Induk Transportasi Kota Bandung 2015-2031
...mengembangkan angkutan pengumpan (feeder) angkutan umum dengan menggunakan berbagai jenis sarana angkutan, seperti: angkutan kota ... agar tujuan perjalanan dapat tercapai dengan nyaman, cepat, murah, dan selamat.

