3.
Angkot Adalah Korban Kegagalan Sistem


JUMLAH ARMADA
jumlah armada tahun 2015

jumlah armada jumlah 2025
JUMLAH TRAYEK
!
Trayek yang ada belum pernah dikaji ulang selama 30–40 tahun.
trayek

Saat ini, distribusi armada tiap trayek tidak imbang. Di beberapa trayek, ada yang armadanya berlimpah, tapi ada juga yang hampir kosong sama sekali.
Sumber
Dinas Perhubungan Kota Bandung
Tata Kelola Angkot
Hampir seluruh angkot di Kota Bandung dikelola oleh 3 koperasi. Anggota koperasi adalah pengusaha/pemilik angkot. Setiap pemilik angkot menanggung sendiri biaya pembelian, perawatan armada, dan pengelolaan setoran dari sopir yang ia rekrut.
Koperasi berperan di level kolektif: mengurus izin trayek dan berinteraksi dengan pemerintah. Pemerintah sendiri hampir tidak terlibat di luar menarik retribusi dan menyetujui trayek.
Manfaat dari keorganikan angkot:
Tarif relatif terjangkau
Mampu menjangkau gang dan permukiman padat yang tidak terjangkau transum lain
Ukurannya kecil mengikuti jalan-jalan Bandung
Dekat dengan warga. Banyak yang memiliki kenangan tentang angkot

Gambar: desadalung.badungkab.go.id
Masalah dari keorganikan angkot:
Ngetem tanpa batas
Tidak ada jadwal pasti
Tarif berubah-ubah & tidak standar
Saling berebut di koridor ramai, sementara koridor sepi tidak terlayani
Standar layanan berbeda tiap angkot
Setoran ke pemilik angkot Rp80-100rb/hari
Bensin Rp80-120rb/hari
Take home pay ~Rp50-100rb/hari (tak tentu, kalau lagi cukup penumpang)
Membeli angkot ~Rp 200jt, kadang dengan mencicil.
Biaya perawatan rutin ~10jt/tahun (belum tentu bisa dilakukan, sehingga kondisi mobil tidak terurus)

Gambar: detik.com

Ukuran yang Pas
Jalanan Bandung cenderung kecil dan searah. Untuk menjangkau pemukiman dan gang-gang sempit, ukuran angkot lebih tepat guna dan lebih mudah bermanuver.
Efisien Melayani Jalur yang Sepi Dengan kapasitas 10-14 penumpang, angkot dapat melayani jalur yang dinilai sepi. Bus membutuhkan jumlah penumpang yang lebih banyak untuk memastikan kapasitasnya terisi optimal.
Jangkauan yang Luas
Dengan 2.125 armada dan 40 trayek dan, angkot dapat memberikan cakupan layanan yang besar bagi mayoritas Wargi. Sayangnya, trayek angkot sudah tidak diperbaharui sejak belasan tahun yang lalu. Padahal, pusat keramaian Kota Bandung terus berubah.
Nilai Tinggi Ekosistem Angkot
Jika hari ini Kota Bandung memutuskan untuk membangun ekosistem angkot mulai dari nol, maka minimal dibutuhkan biaya:
Rp 425 Miliar
- ini hanya untuk membeli mobilnya saja.
Bahkan di luar nilai aset fisiknya, ekosistem angkot juga memiliki aset non-fisik yang tak kalah berharga. Pengetahuan, skill, serta jejaring ribuan supir, pemilik, pengelola koperasi, montir, dan checker lapangan yang sudah bertahun-tahun memahami karakteristik mobilitas Kota Bandung.
Bahkan tanpa subsidi pemerintah pun, saat ini angkot masih terjangkau bagi wargi yang sensitif terhadap biaya dan tidak punya pilihan mobilitas lain.
angkot vs. ojek online
Simpang Dago - St. Bandung [4,7 KM]
Angkot
Rp 5.000
1 kali naik
Ojek Online
Rp 14.500
1 kali naik
Pasar Ciroyom - Derwati [17 KM]
Angkot
Rp 12.000
2 kali naik
Ojek Online
Rp 41.500
1 kali naik

