2.
Krisis Transum Membebani Kehidupan Wargi

Ongkos Kolektif
Angka ini hanya merupakan kerugian di daerah Pasteur, menunjukkan bahwa kerugian seluruh kota lebih dari ini.
Kerugian ini terjadi karena kemacetan mengganggu kualitas hidup, produktivitas, mobilitas penduduk, aktivitas ekonomi, penggunaan energi, dan kualitas lingkungan di Kota Bandung.

Sumber:
BBMA study (2020)
Systra study (2022)
Ongkos Personal
Finansial
37% pengeluaran bulanan wargi Bandung habis untuk biaya mobilitas. Dalam kasus ideal, seharusnya porsi biaya mobilitas tidak lebih dari 10%.
Kesehatan
70% pencemaran udara di kota bandung berasal dari emisi kendaraan bermotor, mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan pernafasan.
Waktu
Wargi Bandung kehilangan 129 jam per tahun karena terjebak macet. Waktu yang seharusnya bisa digunakan bersama keluarga atau untuk istirahat.
Kelelahan Fisik
Hampir 40% wargi melaporkan kelelahan fisik dalam bermobilisasi sehari-hari di Kota Bandung.

Frekuensi, jadwal dan rute yang tak pasti, tarif yang tidak standar dan layanan yang tidak memadai membuat transportasi umum di Bandung tidak bisa diandalkan.
Kepadatan Lalu Lintas bertambah
3 dari 5 responden berpendapat bahwa tingginya volume kendaraan merupakan penyebab utama kemacetan
Data TomTom menunjukkan tingkat kemacetan rata-rata Bandung mencapai 64,1% dan menimpa semua moda transportasi.
Jumlah kendaraan di Kota Bandung per-April 2025 mencapai 2,39 juta unit. Dengan jumlah penduduk 2,5 juta, hampir setiap orang di Kota Bandung memiliki setidaknya 1 kendaraan pribadi.
Wargi Bandung tidak menggunakan Transum
Tingkat penggunaan transportasi umum Kota Bandung rendah dan stagnan dari tahun ke tahun, yaitu sekitar 18%–23% selama 2019–2024.



MJT


TMB


DAMRI


KERETA



Sayangnya layanan angkot masih jauh dari optimal.






