2.

Krisis Transum Membebani Kehidupan Wargi

Wargi Bandung menanggung ongkos nyata akibat tinggal di kota termacet nomor satu di Indonesia

Wargi Bandung menanggung ongkos nyata akibat tinggal di kota termacet nomor satu di Indonesia

Sumber:

Finansial - “Gaji Kecil Terkuras Ongkos Transpor”, Kompas.id (2022)

Waktu - Traffic Index for Bandung, Tomtom (2026)

Kesehatan - “Menilik Dampak Polusi Kota Bandung”, Kumparan (2024)

Kelelahan Fisik - Transportasi Umum Bandung yang Adil &

Berkelanjutan”, Labtek Indie & RUJAK Center for Urban Studies (2026)

Ongkos Kolektif

Kerugian Minimal Kota Bandung akibat macet mencapai 12 Triliun setiap tahunnya!

Kerugian Minimal Kota Bandung akibat macet mencapai
12 Triliun setiap tahunnya!

Angka ini hanya merupakan kerugian di daerah Pasteur, menunjukkan bahwa kerugian seluruh kota lebih dari ini.

Kerugian ini terjadi karena kemacetan mengganggu kualitas hidup, produktivitas, mobilitas penduduk, aktivitas ekonomi, penggunaan energi, dan kualitas lingkungan di Kota Bandung.

setara dengan 3 tahun subsidi Transjakarta

setara dengan 3 tahun subsidi Transjakarta

Sumber:

BBMA study (2020)

Systra study (2022)

Ongkos Personal

Finansial
37% pengeluaran bulanan wargi Bandung habis untuk biaya mobilitas. Dalam kasus ideal, seharusnya porsi biaya mobilitas tidak lebih dari 10%.

Kesehatan
70% pencemaran udara di kota bandung berasal dari emisi kendaraan bermotor, mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan pernafasan.

Waktu
Wargi Bandung kehilangan 129 jam per tahun karena terjebak macet. Waktu yang seharusnya bisa digunakan bersama keluarga atau untuk istirahat.

Kelelahan Fisik
Hampir 40% wargi melaporkan kelelahan fisik dalam bermobilisasi sehari-hari di Kota Bandung.

Sumber:

Finansial - “Gaji Kecil Terkuras Ongkos Transpor”, Kompas.id (2022)

Waktu - Traffic Index for Bandung, Tomtom (2026)

Kesehatan - “Menilik Dampak Polusi Kota Bandung”, Kumparan (2024)

Kelelahan Fisik - Transportasi Umum Bandung yang Adil &

Berkelanjutan”, Labtek Indie & RUJAK Center for Urban Studies (2026)

Macet Bandung semakin diperparah

Macet Bandung semakin diperparah

dengan tidak adanya transportasi umum yang dapat

dengan tidak adanya transportasi umum yang dapat

Transportasi Umum di Kota Bandung tidak dapat diandalkan

Transportasi Umum di Kota Bandung tidak dapat diandalkan

Frekuensi, jadwal dan rute yang tak pasti, tarif yang tidak standar dan layanan yang tidak memadai membuat transportasi umum di Bandung tidak bisa diandalkan.

Kepadatan Lalu Lintas bertambah

3 dari 5 responden berpendapat bahwa tingginya volume kendaraan merupakan penyebab utama kemacetan

Kemacetan melumpuhkan efektivitas dari transportasi umum itu sendiri

Kemacetan melumpuhkan efektivitas dari transportasi umum itu sendiri

Data TomTom menunjukkan tingkat kemacetan rata-rata Bandung mencapai 64,1% dan menimpa semua moda transportasi.

Pertumbuhan Kendaraan Pribadi dan Ojek Online adalah upaya wargi untuk mencari solusi sendiri

Pertumbuhan Kendaraan Pribadi dan Ojek Online adalah upaya wargi untuk mencari solusi sendiri

Jumlah kendaraan di Kota Bandung per-April 2025 mencapai 2,39 juta unit. Dengan jumlah penduduk 2,5 juta, hampir setiap orang di Kota Bandung memiliki setidaknya 1 kendaraan pribadi.

Wargi Bandung tidak menggunakan Transum

Tingkat penggunaan transportasi umum Kota Bandung rendah dan stagnan dari tahun ke tahun, yaitu sekitar 18%–23% selama 2019–2024.

Daerah yang tidak terjangkau transportasi umum saat ini (angkot, bus Metro Jabar Trans, dsb)

Blindspot keterjangkauan transportasi umum didominasi oleh Bandung Timur

Mayoritas daerah Bandung Timur diisi oleh permukiman dan perkantoran dengan jalan-jalan kecil, sehingga seharusnya dilayani oleh transportasi umum.

Masih adanya blindspot yang cukup luas di sebagian Kota Bandung menunjukkan bahwa transportasi umum belum dapat diandalkan.

Sumber:

Data rute, halte, dan stasiun- Transport for Bandung (2026)

Analisis penulis

Daerah yang tidak terjangkau transportasi umum saat ini (angkot, bus Metro Jabar Trans, dsb)

Blindspot keterjangkauan transportasi umum didominasi oleh Bandung Timur

Blindspot keterjangkauan transportasi umum didominasi oleh Bandung Timur

Mayoritas daerah Bandung Timur diisi oleh permukiman dan perkantoran dengan jalan-jalan kecil, sehingga seharusnya dilayani oleh transportasi umum.

Sumber:

Data rute, halte, dan stasiun- Transport for Bandung (2026)

Analisis penulis

Sumber:

Data rute, halte, dan stasiun- Transport for Bandung (2026)

Analisis penulis

Masih adanya blindspot yang cukup luas di sebagian Kota Bandung menunjukkan bahwa transportasi umum belum dapat diandalkan.

Transportasi umum Kota Bandung berkembang secara terpisah-pisah tanpa perencanaan yang koheren dan terintegrasi

Transportasi umum Kota Bandung berkembang secara terpisah-pisah tanpa perencanaan yang koheren dan terintegrasi

MJT

Dikelola oleh Pemprov Jabar

Dikelola oleh Pemprov Jabar

TMB

Dikelola oleh Pemkot Bandung

Dikelola oleh Pemkot Bandung

DAMRI

Dikelola oleh BUMN - PT Damri

Dikelola oleh BUMN - PT Damri

KERETA

Dikelola oleh BUMN - PT KAI

Dikelola oleh BUMN - PT KAI

Bandung tidak kekurangan opsi moda. Kekurangan utama sistem transportasi umum Kota Bandung adalah komitmen untuk menyelaraskan semua moda yang ada hingga terwujud satu sistem mobilitas yang koheren sehingga layanan transportasi umum andal dan terjangkau.

Seluruh transportasi umum disamping memiliki satu kelemahan yang sama: tidak bisa menjangkau permukiman wargi. Sehingga, perlu ada moda yang bisa menyambungkan wargi dengan ragam moda transportasi umum yang ada.

Sebetulnya, Bandung punya aset berharga yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut, yaitu

Bandung tidak kekurangan opsi moda. Kekurangan utama sistem transportasi umum Kota Bandung adalah komitmen untuk menyelaraskan semua moda yang ada hingga terwujud satu sistem mobilitas yang koheren sehingga layanan transportasi umum andal dan terjangkau.

Seluruh transportasi umum disamping memiliki satu kelemahan yang sama: tidak bisa menjangkau permukiman wargi. Sehingga, perlu ada moda yang bisa menyambungkan wargi dengan ragam moda transportasi umum yang ada.

Sebetulnya, Bandung punya aset berharga yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut, yaitu

Sayangnya layanan angkot masih jauh dari optimal.

Beranda

[2]

3.
Angkot Adalah Korban Kegagalan Sistem