5.

Masa Depan Angkot dan Keseluruhan Transportasi Umum Bandung Bisa Kita Upayakan

Kunci Transformasi Angkot adalah political will yang wujudnya adalah komitmen anggaran dan kebijakan teknis yang tepat

Kunci Transformasi Angkot adalah political will yang wujudnya adalah komitmen anggaran dan kebijakan teknis yang tepat

Kunci Transformasi Angkot adalah political will yang wujudnya adalah komitmen anggaran dan kebijakan teknis yang tepat

Political will

Political will

bukanlah hal yang abstrak. Wujudnya adalah aksi konkrit dari pemimpin dan pemerintah kita.

bukanlah hal yang abstrak. Wujudnya adalah aksi konkrit dari pemimpin dan pemerintah kita.

Anggaran

Anggaran

untuk transformasi angkot minimal 5% dari APBD Kota Bandung dalam APBD 2027

untuk transformasi angkot minimal 5% dari APBD Kota Bandung dalam APBD 2027

Kota Bandung adalah salah satu kota di Indonesia dengan APBD tertinggi. Selain itu, sebagai metropolitan dan pusat ekonomi Jawa Barat, Kota Bandung banyak mendapat perhatian Pemerintah Pusat. Sehingga akses pada bantuan pendanaan untuk proyek-proyek strategis seperti transportasi umum banyak terbuka. Proyek KCIC dan wacana BRT Bandung Raya adalah buktinya.

Kombinasi bekal fiskal bawaan dan peluang untuk menarik bantuan dari eksternal harus dimanfaatkan optimal. Dalam merancang anggaran, Pemkot harus tahu prioritias, tepat guna, serta tanggap akan peluang.

Kebijakan Teknis

Kebijakan Teknis

untuk transformasi angkot dalam bentuk Perda Kota Bandung

untuk transformasi angkot dalam bentuk Perda Kota Bandung

Di level nasional dan provinsi, sudah banyak kebijakan yang memberikan dasar hukum, mengatur arah, dan bahkan yang memberikan bantuan kepada pemda untuk pengembangan transum.

Saat ini pun, Pemprov sedang mengupayakan implementasi dari program BRT Bandung Raya.

Gap yang perlu diisi adalah kebijakan teknis dari Kota Bandung untuk Transformasi Angkot yang selaras dengan perencanaan BRT Bandung Raya.

Berapa Anggaran yang Diperlukan?

Berapa Anggaran yang Diperlukan?

Berapa Anggaran yang Diperlukan?

Kebutuhan investasi tahunan Pemerintah Kota Bandung untuk mengadakan transportasi umum secara utuh:*

Kebutuhan investasi tahunan Pemerintah Kota Bandung untuk mengadakan transportasi umum secara utuh:*

Kebutuhan investasi tahunan Pemerintah Kota Bandung untuk mengadakan transportasi umum secara utuh:*

Rp372 Miliar

Rp372 Miliar

subsidi tahunan Transformasi Angkot

Rp182 Milyar

Rp182 Milyar

porsi subsidi tahunan Kota Bandung untuk BRT Bandung Raya

catatan:
*USD 108,195,982 dari dokumen WB PAD dengan currency rate 18.000 (5 June 2026)

**Kebutuhan modal Transformasi Angkot sulit dihitung secara presisi tanpa data perencanaan rute Angkot. Dengan menggunakan biaya modal pengembangan BRT sebagai basis, dan mengasumsikan integrasi infrastruktur fisik dan digital antara BRT dan angkot, penulis mengestimasi biaya modal angkot setidaknya 5,25% dari total biaya modal BRT. Komponen utama dari biaya modal angkot mencakup fasilitas docking dan lajur angkot di koridor BRT, integrasi armada angkot ke dalam ITS, serta infrastruktur di luar anggaran BRT seperti titik henti angkot.

Total:

Rp554 Milyar

Rp554 Milyar

Rp554 Milyar

estimasi keseluruhan kebutuhan anggaran Pemkot Kota Bandung untuk pengadaan transportasi umum yang mencakup porsi kontribusi untuk BRT Bandung Raya dan Transformasi Angkot.

estimasi keseluruhan kebutuhan anggaran Pemkot Kota Bandung untuk pengadaan transportasi umum yang mencakup porsi kontribusi untuk BRT Bandung Raya dan Transformasi Angkot.

estimasi keseluruhan kebutuhan anggaran Pemkot Kota Bandung untuk pengadaan transportasi umum yang mencakup porsi kontribusi untuk BRT Bandung Raya dan Transformasi Angkot.

catatan:
*USD 108,195,982 dari dokumen WB PAD dengan currency rate 18.000 (5 June 2026)

**Kebutuhan modal Transformasi Angkot sulit dihitung secara presisi tanpa data perencanaan rute Angkot. Dengan menggunakan biaya modal pengembangan BRT sebagai basis, dan mengasumsikan integrasi infrastruktur fisik dan digital antara BRT dan angkot, penulis mengestimasi biaya modal angkot setidaknya 5,25% dari total biaya modal BRT. Komponen utama dari biaya modal angkot mencakup fasilitas docking dan lajur angkot di koridor BRT, integrasi armada angkot ke dalam ITS, serta infrastruktur di luar anggaran BRT seperti titik henti angkot.

Membangun & mengoperasikan sistem Transportasi Umum memang perlu biaya yang besar.

Kabar baiknya, tidak semua anggaran perlu ditanggung ABPD Kota Bandung.

Membangun & mengoperasikan sistem Transportasi Umum memang perlu biaya yang besar.

Kabar baiknya, tidak semua anggaran perlu ditanggung ABPD Kota Bandung.

Membangun & mengoperasikan sistem Transportasi Umum memang perlu biaya yang besar.

Kabar baiknya, tidak semua anggaran perlu ditanggung ABPD Kota Bandung.

Pendapatan tiket, dukungan Pemerintah Pusat dan Provinsi, kontribusi Pemerintah Kota/Kabupaten di Cekungan Bandung, serta pembiayaan lembaga internasional yang sudah dikomitmenkan adalah sumber pendanaan yang dapat dimobilisasi untuk membagi beban fiskal (burden-sharing). Dari kebutuhan tahunan mengoperasikan BRT dan Angkot senilai Rp858 milyar, skema burden-sharing memungkinkan Pemkot Bandung menanggung hanya Rp547 miliar.

Pendapatan tiket, dukungan Pemerintah Pusat dan Provinsi, kontribusi Pemerintah Kota/Kabupaten di Cekungan Bandung, serta pembiayaan lembaga internasional yang sudah dikomitmenkan adalah sumber pendanaan yang dapat dimobilisasi untuk membagi beban fiskal (burden-sharing). Dari kebutuhan tahunan mengoperasikan BRT dan Angkot senilai Rp858 milyar, skema burden-sharing memungkinkan Pemkot Bandung menanggung hanya Rp547 miliar.

Pemkot Bandung harus aktif berkoordinasi agar dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal.

Pemkot Bandung harus aktif berkoordinasi agar dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal.

Mengoperasikan Transportasi Umum (Biaya Tahunan)*

OPEX BRT Bandung Raya

Rp733 miliar

Potensi revenue:

Rp228 Milyar

Subsidi:

Rp505 Milyar

Subsidi tahunan untuk pengoperasian BRT Bandung Raya akan menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi dan Sumedang.


Dalam rancangan Bapeda Jabar; porsi kontribusi subsidi Pemerintah Kota Bandung pada 2025 adalah 36%

OPEX Transformasi Angkot

Rp843 Milyar

Potensi revenue:

Rp471 Milyar

Subsidi:

Rp372 Milyar

Perlu pendanaan khusus dari Pemerintah Kota Bandung.

Membangun Transportasi Umum (Biaya Modal Diawal)*

CAPEX BRT

Rp1.94 Triliyun

Dukungan pembiayaan dari World Bank dan Pemerintah Pusat.

CAPEX Transformasi Angkot

Rp102 Milyar***

Perlu pendanaan khusus dari Pemerintah Kota Bandung (hanya untuk tahun awal)*.

Anggaran yang Harus dialokasikan Pemkot Bandung

Anggaran modal diawal yang harus dialokasikan Pemkot Bandung

Sumber & catatan:

*Hitungan estimasi anggaran adalah analisi penulis yang disusun menggunakan data/informasi yang tersedia secara publik. Modelling dan asumsi dari setiap ditungan dapat diakses di: Forecast_BRT Bandung Raya & Transformasi Angkot.

**USD 108,195,982 didapatkan dari hitungan estimasi dalam dokumen Project Assesment Document World Bank Group dengan currency rate 18.000 (5 June 2026).

***Kebutuhan modal Transformasi Angkot sulit dihitung secara presisi tanpa data perencanaan rute Angkot. Dengan menggunakan biaya modal pengembangan BRT Bandung Raya sebagai basis, dan mengasumsikan integrasi infrastruktur fisik dan digital antara BRT dan angkot, penulis mengestimasi biaya modal angkot setidaknya 5,25% dari total biaya modal BRT. Komponen utama dari biaya modal angkot mencakup fasilitas lay-by dan lajur angkot di koridor BRT, integrasi armada angkot ke dalam ITS, serta infrastruktur pendukung lain di luar anggaran BRTI seperti titik henti angkot.

547 Milyar adalah biaya yang terkesan besar,

547 Milyar adalah biaya yang terkesan besar,

547 Milyar adalah biaya yang terkesan besar,

apakah Kota Bandung mampu mengalokasikan dana sebesar itu untuk mengelola BRT dan Angkot?

apakah Kota Bandung mampu mengalokasikan dana sebesar itu untuk mengelola BRT dan Angkot?

apakah Kota Bandung mampu mengalokasikan dana sebesar itu untuk mengelola BRT dan Angkot?

Jawabannya: Kota Bandung mampu.

Jawabannya: Kota Bandung mampu.

Jawabannya: Kota Bandung mampu.

Mungkin tidak akan sekaligus dalam satu tahun, tapi dengan perencanaan anggaran yang sadar prioritas dan tepat guna, alokasi tersebut sangat realistis.

Gimana Caranya?

Gimana Caranya?

Gimana Caranya?

1.

1.

1.

Transportasi Umum, khususnya Transformasi Angkot, harus jadi prioritas Dishub Kota Bandung

Transportasi Umum, khususnya Transformasi Angkot, harus jadi prioritas Dishub Kota Bandung

Transportasi Umum, khususnya Transformasi Angkot, harus jadi prioritas Dishub Kota Bandung

57.40%

57.40%

57.40%

Anggaran Dishub Semarang digunakan untuk pengadaan Angkutan Umum

Anggaran Dishub Semarang digunakan untuk pengadaan Angkutan Umum

VS

VS

VS

5.73%

5.73%

5.73%

Anggaran Dishub Bandung digunakan untuk pengadaan Angkutan Umum

Anggaran Dishub Bandung digunakan untuk pengadaan Angkutan Umum

4.62%

4.62%

4.62%

APBD Kota Semarang dialokasikan untuk Pengadaan Transum

APBD Kota Semarang dialokasikan untuk Pengadaan Transum

VS

VS

VS

0.27%

0.27%

0.27%

APBD Kota Bandung dialokasikan untuk Pengadaan Transum

APBD Kota Bandung dialokasikan untuk Pengadaan Transum

Alokasi pengadaan angkutan hanya 4.6% dari anggaran Dishub Bandung, jauh dari Dishub Semarang yang mengalokasikan 57.4% atau lebih dari 10x alokasi Dishub Bandung. Ini menunjukan rendahnya prioritas transportasi umum dalam agenda Dishub.

Dengan APBD yang lebih kecil dari Bandung, Kota Semarang berhasil mengoperasikan Trans Semarang. Sistem BRT dan angkot feeder yang saat ini digunakan 13jt pengguna.

Perwal Kota Semarang mengkomitmenkan minimal 5% dari APBD wajib dialokasikan untuk pengadanaan Transportasi Umum.

Perwal Kota Semarang mengkomitmenkan minimal 5% dari APBD wajib dialokasikan untuk pengadanaan Transportasi Umum.

Perwal Kota Semarang mengkomitmenkan minimal 5% dari APBD wajib dialokasikan untuk pengadanaan Transportasi Umum.

Kenapa Bandung tidak bisa?

Kenapa Bandung tidak bisa?

Kenapa Bandung tidak bisa?

Gimana Caranya?

Gimana Caranya?

Gimana Caranya?

2.

2.

2.

Manfaatkan anggaran yang saat ini “tak terpakai”.

Manfaatkan anggaran yang saat ini “tak terpakai”.

Manfaatkan anggaran yang saat ini “tak terpakai”.

Pada tahun 2025, Kota Bandung menyisakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar:

Rp418 Milyar

Rp418 Milyar

SILPA adalah anggaran yang sudah ada dan teralokasi, namun tidak digunakan Pemkot.

SILPA adalah anggaran yang sudah ada dan teralokasi, namun tidak digunakan Pemkot.

SILPA adalah anggaran yang sudah ada dan teralokasi, namun tidak digunakan Pemkot.

Sulit dipahami kenapa anggaran sebesar itu gagal terserap sementara kebutuhan nyata seperti kebutuhan atas transum menahun diabaikan.

Sumber: APBD Kota Bandung 2026

Gambar: detikjabar.com

Kebijakan Transformasi Angkot

Kebijakan Transformasi Angkot

Dorong lima poin transformasi

Dorong lima poin transformasi

Dorong lima poin transformasi

angkot untuk diformalkan dalam

angkot untuk diformalkan dalam

angkot untuk diformalkan dalam

Perda Kota Bandung

Perda Kota Bandung

Perda Kota Bandung

Transformasi 1

Bebaskan Supir Angkot dari Tekanan Sistem Setoran

Dengan skema Buy-the-Service supir angkot dapat fokus menjalankan layanan sesuai standar tanpa harus pusing mengejar setoran karena pendapatannya menjadi pasti.

Transformasi 2

Standarisasi Layanan Angkot

Karena pendapatan supir, pemilik Angkot, dan operator telah dijamin oleh pemerintah, sebagai timbal baliknya pemerintah berhak menegakkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk Angkot.

Transformasi 3

Integrasikan Angkot dengan BRT Bandung Raya

Dengan rencana saat ini, 58.5% wilayah Kota Bandung berada di luar area efektif halte BRT Bandung Raya. Di sinilah angkot berperan penting sebagai pelengkap dan pendukung keberhasilan BRT Bandung Raya.

Transformasi 4

Tunjuk satu otoritas daerah untuk memimpin pengembangan dan penyediaan layanan transum

Butuh governing body yang otoritasnya spesifik dan jelas membuat transformasi lebih cepat, efektif dan yang terpenting, terkoordinasi dengan baik.

Transformasi 5

Perencanaan transum yang partisipatif

Operator Angkot Kota Bandung (Kopamas, Kobanter Baru, dan Kobutri), akademisi, serta komunitas warga yang mendorong transportasi umum, semua bersedia dan siap diajak bekerjasama. Terbukti dengan berbagai inisiatif transportasi umum yang digagas dari akar rumput.

Walikota dan DPRD Kota Bandung adalah dua aktor kunci yang harus didorong untuk menyusun dan menerbitkan Perda Transformasi Angkot.

Pelan-pelan tapi pasti

Implementasi pengadaan transum perlu bertahap, dengan roadmap perbaikan dan pengembangan yang jelas dan terukur dari tahun ke tahun

Implementasi pengadaan transum perlu bertahap, dengan roadmap perbaikan dan pengembangan yang jelas dan terukur dari tahun ke tahun

Pemerintah Kota Bandung harus menyusun roadmap implementasi yang menjamin keberlanjutan projek secara fiskal dan politik. Roadmap ini penting agar komitmen bersifat lintas tahun dan bahkan lintas kepemimpinan agar semua pihak dapat melangkah dengan pasti.

Pemerintah Kota Bandung harus menyusun roadmap implementasi yang menjamin keberlanjutan projek secara fiskal dan politik. Roadmap ini penting agar komitmen bersifat lintas tahun dan bahkan lintas kepemimpinan agar semua pihak dapat melangkah dengan pasti.

Pemerintah Kota Bandung harus menyusun roadmap implementasi yang menjamin keberlanjutan projek secara fiskal dan politik. Roadmap ini penting agar komitmen bersifat lintas tahun dan bahkan lintas kepemimpinan agar semua pihak dapat melangkah dengan pasti.

Mulai dengan “minimum viable network”

Daripada membanguna sebanyak mungkin rute, di tahap awal, yang lebih penting adalah membangun kepercayaan wargi pada proyek transum, dengan sedikit dulu rute yang dijalankan optimal (minimum viable network). Sehingga transportasi umum dapat mengubah kebiasaan dan menjadi pilihan utama wargi dalam bermobilitas. Faktor ini lah yang akan mendorong “irreversability” dari proyek transum yang membuatnya akan sulit untuk dibatalkan.

Upayakan jariangan yang optimal

Jumlah rute & armada optimal = akses transportasi umum yang luas, bisa dijangkau 400 meter jalan kaki dari manapun, dan dengan armada yang datang maksimal ~10 menit sekali.

Perlahan, disesuaikan kemampuan fiskal, tingkatkan keramaian rute yang sudah dibangun dan tambah rute baru.

Perlahan, disesuaikan kemampuan fiskal, tingkatkan keramaian rute yang sudah dibangun dan tambah rute baru.

Perlahan, disesuaikan kemampuan fiskal, tingkatkan keramaian rute yang sudah dibangun dan tambah rute baru.

Tidak ada cara lain selain kerjasama.

Tidak ada cara lain selain kerjasama.

Tanpa koordinasi dan bagi tugas antar pemerintah dan penyelenggara teknis, pengembangan transum Kota Bandung akan terus mandek

Tanpa koordinasi dan bagi tugas antar pemerintah dan penyelenggara teknis, pengembangan transum Kota Bandung akan terus mandek

Tanpa koordinasi dan bagi tugas antar pemerintah dan penyelenggara teknis, pengembangan transum Kota Bandung akan terus mandek

Gambar: Bus transportasi umum perkotaan. Sumber: Unsplash

1. Pemerintah Pusat

World Bank Group memberikan pinjaman US$224 juta pembangunan prasarana & peningkatan SDM program BRT di Cekungan Bandung, dengan prasyarat co-financing biaya modal oleh Pemerintah Pusat minimal US$50 juta dan serta biaya operasional dari Pemerintah Daerah (Provinsi, Kota dan Kabupaten). Skema ini, membawa titik terang pendanaan untuk transum Bandung.

2. Pemerintah Provinsi

Selain memberikan kepastian payung hukum untuk proyek BRT dan mengalokasikan mayoritas anggaran operasional 18 rute BRT dan 27 rute feeder, Pemerintah Provinsi juga harus berperan mengkoordinasi partisipasi Pemerintah Kota dan Kabupaten Cekung Bandung agar turut bekontribusi secara anggaran dan kebijakan.

3. Pemerintah Kota

Pemkot harus memanfaatkan dukungan Pemerintah Pusat & Provinsi dengan optimal. Bentuk konkritnya, Pemkot harus mengamankan alokasi anggaran dan kebijakan teknis terkait agar dapat berkontribusi optimal pada proyek BRT dan Transformasi Angkot sebagai pelengkapnya.

4. Penyedia Layanan berupa BUMD joint venture Pemprov & Pemkot/kab

Penyedia layaanan adalah BUMD yang harus dimiliki secara kolektif oleh Pemprov & Pemkot/kab Bandung Raya. Ia adalah governning body yang bertanggung jawab pada keseluruhan operasional BRT dan angkot pendukung BRT.

5. Operator

Operator (dalam hal ini koperasi angkot atau operator bus untuk BRT) akan dikontrak secara komersial dan profesional oleh Penyedia Layanan. Ia bertanggung jawab untuk mengelola armada dan supir yang rute dan jam operasionalnya sudah ditentukan Penyedia layanan.

Gambar: Nikita Willy (Selebritis) Naik Angkot. Sumber: sindonews.com

Political will kepala daerah (Gubernur & Walikota) sangat diperlukan untuk menjamin lancarnya koordinasi dan kerjasama.


Political will kepala daerah (Gubernur & Walikota) sangat diperlukan untuk menjamin lancarnya koordinasi dan kerjasama.


Political will tidak datang dari ruang hampa. Public Pressure dibutuhkan untuk mendorong political will

Public pressure yang dibuat atas tuntutan wargi harus tajam, koheren dan terorganisir agar dapat secara efektif mendorong political will.

Public pressure yang dibuat atas tuntutan wargi harus tajam, koheren dan terorganisir agar dapat secara efektif mendorong political will.

2 Wadah untuk Membangun Public Pressure

2 Wadah untuk Membangun Public Pressure

2 Wadah untuk Membangun Public Pressure

Cetak Biru Wargi untuk Transformasi Angkot

Cetak Biru Wargi untuk Transformasi Angkot

Cetak Biru Wargi untuk Transformasi Angkot

dokumen dan petisi publik yang disusun secara partisipatif dan merangkum harapan serta solusi perbaikan sistem transum melalui perbaikan angkot Kota Bandung.

dokumen dan petisi publik yang disusun secara partisipatif dan merangkum harapan serta solusi perbaikan sistem transum melalui perbaikan angkot Kota Bandung.

Piloting Transformasi Angkot* dengan ~40 armada dalam 2 trayek perjalanan selama ~30 hari

Piloting Transformasi Angkot* dengan ~40 armada dalam 2 trayek perjalanan selama ~30 hari

Piloting Transformasi Angkot* dengan ~40 armada dalam 2 trayek perjalanan selama ~30 hari

wadah untuk menerjemahkan poin-poin tuntutan Citizen Blueprint ke dalam model percontohan angkot ideal yang dapat dicoba dan dirasakan langsung oleh wargi dan pembuat kebijakan.

wadah untuk menerjemahkan poin-poin tuntutan Citizen Blueprint ke dalam model percontohan angkot ideal yang dapat dicoba dan dirasakan langsung oleh wargi dan pembuat kebijakan.

Keduanya adalah wadah advokasi yang dapat dimanfaatkan wargi untuk menunjukan urgensi dan menciptakan momentum yang mendorong agar tuntutan Transformasi Angkot dirumuskan menjadi Perda dan Komitmen Anggaran.

Keduanya adalah wadah advokasi yang dapat dimanfaatkan wargi untuk menunjukan urgensi dan menciptakan momentum yang mendorong agar tuntutan Transformasi Angkot dirumuskan menjadi Perda dan Komitmen Anggaran.

Keduanya adalah wadah advokasi yang dapat dimanfaatkan wargi untuk menunjukan urgensi dan menciptakan momentum yang mendorong agar tuntutan Transformasi Angkot dirumuskan menjadi Perda dan Komitmen Anggaran.

Catatan: * Spesifikasi piloting berikut adalah rencana awal yang akan dipertajam melalui diskusi lanjutan dengan berbagai pihak

4.
Transformasi Angkot adalah Jalan Keluar

[2]

6.
Dukung Transformasi Angkot

5
Transformasi angkot adalah jalan keluar